Kisah asmara Pangeran William dan Kate Middleton diabadikan dalam film baru buatan Amerika Serikat berjudul William and Kate. Seorang artis yang relatif kurang dikenal bernama Camilla Luddington terpilih untuk memerankan Kate Middleton. Luddington baru tampil di beberapa serial televisi di Amerika Serikat termasuk Days of Our Lives dan CSI: Crime Scene Investigation. Menurut situs Daily Mail, gadis asal Inggris berusia 27 tahun tersebut terpilih untuk membintangi Kate Middleton untuk acara yang bakal dibuat jaringan televisi Amerika Serikat, Lifetime. Film tersebut akan ditayangkan sekitar waktu pernikahan Kate Middleton dan Pangeran Williams yaitu pada 29 April.
Menurut sumber Daily Mail, aktor kelahiran Selandia Baru Nico Evers Swindell terpilih untuk memerankan Pangeran William. Sedangkan, aktor veteran Inggris Ben Cross akan menjadi Pangeran Wales. “Film itu menggambarkan sejarah William dan Kate dari awal kedua mahasiswa tersebut bertemu di kampus bergengsi Skotlandia, University of St Andrews,” menurut sinopsis film itu. Managing Director Jens Richter mengatakan, “William and Kate mengisahkan bagaimana kedua orang muda ini melewati berbagai masalah dalam hubungan mereka dan bagaimana mereka akhirnya jatuh cinta.”
Film Never say Never Justin Bieber merupakan kisah nyata seorang anak dari kota kecil Stratford, Ontario. Kesuksesan yang fenomena dari internet menjadi seorang superstar dunia yang mencapai puncaknya dengan terjual habis tiket pertunjukannya di Madison Square yang terkenal.
Tidak banyak orang mendokumentasikan dirinya dan disebar secara luas yang berhasil, akan tetapi tidak halnya Justin Bieber. Bermula dari YouTube menjadi ikon globlal.
Kita pernah melihat film biografi dari Michael Jacson, dan mungkin saja King of Pop selanjutnya jatuh pada Justin Bieber. Keduanya memulai dunia bisnis entertainment sejak kecil, dan keduanya mempunyai penggemar.
dokumenter ini mengikuti Justin Bieber dengan rekaman pertunjukan dari 2010 World Tour-nya. Ini juga termasuk adegan Bieber sewaktu kecil, yang direkam melalui handycam.
Sutradara Jon Chu telah berjanji untuk menceritakan kisah Bieber dengan “cara menarik, orisinal, baru, unik” dan itu muncul begitu saja sesuai sugesti dari judulnya “Never say Never” yang cocok pada masa-masa Justin Bieber berjuang
Dated Released : 11 December 2008
Sutradara : Yusry Abdul Halim
Produser : Norman Abdul Halim, Yusry Abdul Halim, Edry Abdul Halim
Pemeran : Saiful Apek, Fasha Sandha, Aznil Hj Nawawi, Tamara Bleszynski, AC Mizal, Adlin Aman Ramlie, Sharifah Amani
Country : Malaysia
Genre : Action | Comedy | Sci-Fi
Cicak Man 2 — Planet Hitam merupakan sambungan dari Cicak-Man. Kota Bandar Metrofulus dalam keadaan kacau-balau karena mengalami krisis pencemaran air yang buruk akibat rencana Planet Hitam Professor Klon. Rencana ini menguasai perbekalan air mentah Metrofulus — jelas sekali Profesor Klon masih merajalela.
Profesor Klon juga menyuruh Rrama - seorang wanita yang kuat - menghapuskan semua musuh Profesor Klon, terutamanya Cicak Man. Sementara itu, Ginger Ghosts 1 dan 2 kembali untuk membalas kematian mereka. Cicak Man sibuk dalam mengawal keamanan Metrofulus dan melawan musuh.
Hairi juga mengalami dilema pribadi - mencari kerja bukannya senang semasa menangani kejahatan. Tambahan lagi, Tania kini seorang wartawan yang berusaha membongkar individu sebenar di sebalik Cicak Man dan ada seorang wanita buta dalam hidupnya yang bernama Iman. Keadaan menjadi lebih rumit apabila Rrama menjadikan Iman sebagai tebusan!
Kedekatan Brian O’Conner (Paul Walker) dengan Mia Toretto (Jordana Brewster) dan Dominic Toretto (Vin Diesel) membuat mantan polisi ini memilih menyeberang jalur. Saat Brian memutuskan untuk meloloskan Dominic dari tahanan maka artinya ia menempatkan dirinya sebagai buronan juga.
Bertiga mereka kemudian mengumpulkan pembalap-pembalap lain untuk menuntaskan misi terakhir mereka. Satu-satunya cara untuk membersihkan nama mereka adalah dengan memburu Hernan Reyes (Joaquim de Almeida), pebisnis licik yang menginginkan Brian, Dominic dan Mia mati. Sayangnya usaha ini bukanlah usaha yang mudah karena ada orang yang ternyata tetap gigih memburu mereka semua.
Agent Luke Hobbs (Dwayne Johnson) tak pernah gagal dalam menjalankan tugasnya dan kali ini pun ia tak ingin gagal menangkap Dominic, Brian dan Mia. Didukung oleh tim yang tangguh, Luke Hobbs mulai mengobrak-abrik Brazil untuk memburu para pembalap liar ini. Saat buruan makin dekat, Luke Hobbs mulai ragu. Ia makin tak bisa membedakan mana yang jahat dan mana yang baik. Kini ia hanya bisa mengandalkan instingnya saja dalam menuntaskan kasus ini.
Tanggal Rilis :11 February 2011
Jenis Film :Animation | Adventure | Comedy
Diperankan Oleh :James McAvoy, Emily Blunt, Maggie Smith Kualitas Video : TsXvid Download Movie
Download Files: Part1 – Part2 – Part3350MB TS Download Subtitle Indonesia Subtitle indonesia
RESENSI
Film animasi mengenai Romeo dan Juliet? Sudah biasa. Namun, bagaimana jika kisah tersebut diadaptasi, dikembangkan, dan dibuat dengan kemasan yang berbeda dari biasanya? Itu yang terjadi pada film produksi Touchstone Pictures terbaru, Gnome and Juliet. Animasi yang satu ini cukup menggelitik rasa penasaran saya karena seluruh karakternya merupakan gnome, para hiasan kebun yang selalu digambarkan bertopi lancip. Film yang dirilis dalam format 3D ini memiliki alur cerita yang sama dengan kisah original Romeo and Juliet milik William Shakespeare.
Dua kelompok gnome, merah dan biru, telah lama berseteru karena para pemilik kebun masing-masing memiliki hubungan yang tidak baik. Rumah mereka yang berada persis bersebelahan membuat mereka sering meributkan hal-hal kecil, mulai dari jemuran, daun pohon, dan lain sebagainya. Perselisihan kedua pemilik kebun tersebut juga berimbas ke para gnome yang mendiami kebun-kebun tersebut. Para gnome di kebun-kebun tersebut telah berselisih untuk waktu yang cukup lama, bahkan sesekali melancarkan serangan untuk memberikan lawannya “pelajaran”. Sayangnya, Gnomeo (James McAvoy), anak dari ketua kelompok Topi Biru, Lady Blueburry (Maggie Smith) tak sengaja bertemu dengan Juliet (Emily Blunt), anak dari Lord Redbrick (Michael Caine) ketua kelompok Topi Merah.
Mereka saling jatuh cinta walau pada akhirnya menyadari bahwa hubungan mereka mustahil. Seperti yang sudah dapat ditebak semua orang, kisah ini dipenuhi konflik dan pertentangan atas hubungan Gnomeo dan Juliet. Berhasilkah Gnomeo dan Juliet mempertahankan cinta mereka dan hidup bersama selamanya, atau, mengulang ketragisan kisah yang dibuat Shakespeare, berakhir dengan kematian?
Film animasi mengenai Romeo dan Juliet? Sudah biasa. Namun, bagaimana jika kisah tersebut diadaptasi, dikembangkan, dan dibuat dengan kemasan yang berbeda dari biasanya? Itu yang terjadi pada film produksi Touchstone Pictures terbaru, Gnome and Juliet. Animasi yang satu ini cukup menggelitik rasa penasaran saya karena seluruh karakternya merupakan gnome, para hiasan kebun yang selalu digambarkan bertopi lancip. Film yang dirilis dalam format 3D ini memiliki alur cerita yang sama dengan kisah original Romeo and Juliet milik William Shakespeare.
Dua kelompok gnome, merah dan biru, telah lama berseteru karena para pemilik kebun masing-masing memiliki hubungan yang tidak baik. Rumah mereka yang berada persis bersebelahan membuat mereka sering meributkan hal-hal kecil, mulai dari jemuran, daun pohon, dan lain sebagainya. Perselisihan kedua pemilik kebun tersebut juga berimbas ke para gnome yang mendiami kebun-kebun tersebut. Para gnome di kebun-kebun tersebut telah berselisih untuk waktu yang cukup lama, bahkan sesekali melancarkan serangan untuk memberikan lawannya “pelajaran”.
Sayangnya, Gnomeo (James McAvoy), anak dari ketua kelompok Topi Biru, Lady Blueburry (Maggie Smith) tak sengaja bertemu dengan Juliet (Emily Blunt), anak dari Lord Redbrick (Michael Caine) ketua kelompok Topi Merah. Mereka saling jatuh cinta walau pada akhirnya menyadari bahwa hubungan mereka mustahil. Seperti yang sudah dapat ditebak semua orang, kisah ini dipenuhi konflik dan pertentangan atas hubungan Gnomeo dan Juliet. Berhasilkah Gnomeo dan Juliet mempertahankan cinta mereka dan hidup bersama selamanya, atau, mengulang ketragisan kisah yang dibuat Shakespeare, berakhir dengan kematian?
Buat Milo (Seth Green), ibunya adalah orang yang paling menjengkelkan di seluruh dunia. Milo sudah tak sanggup lagi hidup dengan segala aturan yang dibuat oleh ibunya. Membuang sampah, harus makan sayur dan masih banyak lagi aturan yang menurut Milo tak penting. Tapi seperti kata orang, sesuatu kadang terlihat tak berharga sampai kita tak lagi memilikinya.
Tanpa sepengetahuan Milo, ternyata ada makhluk dari planet Mars yang justru memerlukan ibu dan bermaksud mengambil ibu Milo agar bisa merawat anak-anak mereka. Seketika Milo panik. Ia harus menyelamatkan ibunya. Ia tak tahu bagaimana namun yang penting ia harus mencari ibunya dan menyelamatkannya dari makhluk luar angkasa itu. Jelas saja usaha itu bukanlah usaha yang mudah.
Untungnya Milo tak sendiri. Dengan bantuan Gribble (Dan Fogler) yang pakar teknologi dan Ki (Elisabeth Harnois), gadis Mars yang punya sifat memberontak, Milo memulai petualangan antar planet untuk menyelamatkan ibunya. Untuk mencapai tujuan itu, mau tak mau Milo harus melawan The Supervisor (Mindy Sterling) yang menguasai seluruh planet Mars.
Title : I Am Number Four 2011 PPVrip
Size: 400 Mb
Genre : Action | Sci-Fi | Thriller
Director: D.J. Caruso
Writers: Alfred Gough, Miles Millar
Stars: Alex Pettyfer, Timothy Olyphant and Dianna Agron
Quality: PPVrip
----------------
Nomor 1, 2, dan 3 telah mati. Kini giliran nomor empat. John Smith (Alex Pettyfer) adalah yang nomor empat. Ia harus bersembunyi dari mereka yang sudah mengincar nyawanya. Namun saat John menemukan cinta, ia merasa tak takut lagi. Ia harus melawan. John Smith tak mau lagi hidup dalam pelarian. Kalaupun harus mati, John sudah siap.
Alkisah, ada sembilan bayi dari planet lain yang melarikan diri dan terdampar di bumi. Sembilan bayi ini selalu dikawal oleh pengawal mereka sampai mereka semua dewasa. Saat itu, sembilan bayi ini akan memiliki kekuatan super dan tak bisa dikalahkan. Sampai saat itu tiba, adalah tugas sang pengawal untuk menyelamatkan bayi-bayi ini. Bayi-bayi ini hanya bisa dibunuh sesuai urutan mereka.
Bayi nomor empat yang kemudian mengambil identitas sebagai John Smith ini pun selalu hidup dalam pelarian,
ditemani Henri (Timothy Olyphant), pengawalnya. Suatu ketika, John sampai di sebuah kota bernama Paradise. Tak disangka, kota ini pula yang memperkenalkan John Smith pada Sarah Harte (Dianna Agron). Saat cinta mulai tumbuh di hati John, makhluk dari planet asing ini pun yakin kalau ia tak mau lagi hidup dalam pelarian. Bagaimana nasib si nomor empat ini?
Apa jadinya jika 3 penyanyi disatukan dalam satu film? Ternyata mereka bisa jadi saling membenci bahkan jadi saling mencinta. Mereka adalah Gita Gutawa, Derby Romero, dan Petra Sihombong, yang dipertemukan dalam film Love in Perth. Dalam film garapan Findo Purwono tersebut, ketiga musisi itu menggambarkan kisah percintaan di kota Perth, Australia.
Berawal dari pertemuan Lola (Gita Gutawa) seorang cewek cantik berusia 16 tahun yang mendapat beasiswa sekolah di Perth, Australia dengan Dhany (Derby Romero) seorang cowok senior, tajir, dan keren. Pertemuan mereka berdua yang satu sekolah itu tidak pernah terhindarkan dari pertengkaran. Namun lambat laun hubungan Lola dan Dhany menjadi berubah, mereka makin lama justru saling menyukai.